Kajian Pemetaan Kontribusi Aktor Non-Pemerintah terhadap Pencapaian SDGs di Kabupaten Garut menyajikan analisis mendalam mengenai peran strategis pemangku kepentingan di luar birokrasi pemerintahan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.
Ringkasan Eksekutif Kajian
Pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Kabupaten Garut menghadapi tantangan multidimensi—mulai dari pengentasan kemiskinan perdesaan, pemerataan akses pendidikan berkualitas, hingga ketahanan ekologis dan aksi adaptasi iklim. Laporan ini membuktikan bahwa aktor non-pemerintah memiliki modal sosial, keahlian teknis, dan kedekatan basis tapak yang esensial untuk mempercepat pencapaian target-target tersebut.
Struktur & Pembahasan Utama Dokumen
- BAB I: Pendahuluan — Latar belakang perlunya kolaborasi multi-pihak di Kabupaten Garut, rumusan masalah, tujuan kajian, dan metodologi pemetaan lapangan.
- BAB II: Kerangka Konseptual — SDGs dan paradigma kemitraan pentahelix, peran aktor non-pemerintah, serta instrumen pemetaan kontribusi lokal.
- BAB III: Gambaran Umum Kabupaten Garut — Konteks kewilayahan, kerangka regulasi daerah, dan posisi capaian SDGs Garut dalam skala Jawa Barat.
- BAB IV: Hasil Pemetaan Kontribusi — Kluster komunitas tapak, LSM lingkungan, program CSR perusahaan, serta pusat studi akademisi.
- BAB V: Analisis & Rekomendasi Kebijakan — Identifikasi peluang sinergi, resolusi sumbatan kolaborasi, dan peta jalan rencana aksi bersama.
Dokumen lengkap laporan riset ini telah diterbitkan oleh Perkumpulan Kemitraan Pembangunan Berkelanjutan (PKPB) dan dapat diunduh secara terbuka dalam format PDF melalui tombol di bawah ini.