Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah seperangkat 17 tujuan global yang disepakati 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2015 untuk dicapai paling lambat pada 2030. Dari penghapusan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan berkualitas, hingga aksi iklim dan perdamaian, agenda ini dirancang sebagai peta jalan bersama bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan warga untuk membangun dunia yang lebih adil dan lestari.
Di Indonesia, pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas berdasarkan peraturan presiden. Artikel ini mengulas SDGs dengan prinsip jurnalistik 5W+1H: apa itu SDGs dan apa saja isinya, siapa yang terlibat, kapan agenda ini disepakati dan harus dicapai, di mana ia berlaku, mengapa ia penting, serta bagaimana ia dijalankan dan diukur.
Apa Itu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan?
SDGs adalah kerangka pembangunan global yang tertuang dalam dokumen Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. Dokumen ini memuat 17 tujuan dan 169 target yang saling berkaitan, mencakup tiga dimensi pembangunan berkelanjutan, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Prinsip utamanya adalah leave no one behind atau tidak meninggalkan siapa pun, yang berarti kelompok paling rentan dan paling tertinggal harus menjadi prioritas.
Naskah Agenda 2030 merangkum semangat tersebut dalam lima unsur yang kerap disebut 5P:
- Manusia (People): Mengakhiri kemiskinan dan kelaparan dalam segala bentuk, serta menjamin martabat dan kesetaraan.
- Planet: Melindungi planet dari degradasi melalui konsumsi dan produksi berkelanjutan serta penanganan perubahan iklim.
- Kemakmuran (Prosperity): Menjamin bahwa semua manusia menikmati kehidupan yang sejahtera dan memuaskan.
- Perdamaian (Peace): Membina masyarakat yang damai, adil, dan inklusif yang bebas dari rasa takut dan kekerasan.
- Kemitraan (Partnership): Memobilisasi sarana pelaksanaan melalui Kemitraan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan.
Daftar 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
- Tanpa Kemiskinan: Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun.
- Tanpa Kelaparan: Menghapus kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta mendorong pertanian berkelanjutan.
- Kehidupan Sehat dan Sejahtera: Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.
- Pendidikan Berkualitas: Menjamin pendidikan yang inklusif, setara, dan berkualitas serta kesempatan belajar sepanjang hayat.
- Kesetaraan Gender: Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan serta anak perempuan.
- Air Bersih dan Sanitasi Layak: Menjamin ketersediaan serta pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan.
- Energi Bersih dan Terjangkau: Menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern.
- Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta pekerjaan yang layak bagi semua.
- Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Membangun infrastruktur yang tangguh, mendorong industrialisasi inklusif, dan mendukung inovasi.
- Berkurangnya Kesenjangan: Mengurangi ketimpangan di dalam dan antarnegara.
- Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: Menjadikan kota dan permukiman inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
- Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: Menjamin pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
- Penanganan Perubahan Iklim: Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.
- Ekosistem Lautan: Melestarikan dan memanfaatkan samudra, laut, dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
- Ekosistem Daratan: Melindungi dan memulihkan ekosistem darat, mengelola hutan, melawan penggurunan, dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati.
- Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh: Mendorong masyarakat yang damai dan inklusif, akses keadilan bagi semua, serta lembaga yang akuntabel.
- Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Memperkuat sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global.
“Keistimewaan SDGs terletak pada keterkaitan antartujuan. Kemajuan di satu bidang, misalnya pendidikan bagi anak perempuan, dapat mendorong capaian di bidang kesehatan, kesetaraan gender, dan pertumbuhan ekonomi.”
Siapa yang Terlibat dalam SDGs?
Secara formal, SDGs disepakati oleh 193 negara anggota PBB melalui Majelis Umum. Berbeda dengan pendahulunya, yaitu Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang terutama ditujukan bagi negara berkembang, SDGs bersifat universal. Negara maju maupun negara berkembang sama-sama memiliki pekerjaan rumah, mulai dari ketimpangan, pola konsumsi berlebihan, hingga emisi karbon.
Pelaksanaannya pun tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah pusat dan daerah memegang peran perencanaan, regulasi, dan penganggaran. Dunia usaha diharapkan menyelaraskan strategi bisnis dengan tujuan keberlanjutan. Akademisi dan lembaga riset menyediakan data, kajian, dan inovasi. Organisasi masyarakat sipil, lembaga filantropi, dan media berperan mengawal akuntabilitas serta menggerakkan partisipasi publik.
Di Indonesia, koordinasi dipegang Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 yang diperbarui melalui Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022.
Mengapa SDGs Penting bagi Masa Depan?
Tiga alasan utama mengapa SDGs menjadi sangat krusial:
- Tantangan Nyata Umat Manusia: Ratusan juta orang masih bergulat dengan kemiskinan dan kelaparan, krisis iklim memicu cuaca ekstrem, dan kerusakan keanekaragaman hayati mengancam ekosistem penopang hidup.
- Bahasa dan Tolok Ukur Bersama: Kerangka 17 tujuan, 169 target, dan 230+ indikator memungkinkan pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil memiliki panduan terukur.
- Keadilan Antargenerasi: Keputusan eksploitasi sumber daya hari ini menentukan masa depan anak cucu kita. Kemakmuran masa kini tidak boleh dibayar dengan kehancuran masa depan.
Penutup
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah janji bersama masyarakat dunia untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, dan menjamin kehidupan yang bermartabat bagi semua orang pada 2030. Keberhasilan agenda ini sangat ditentukan oleh sejauh mana sinergi kemitraan multi-pihak terwujud dalam aksi nyata di tingkat tapak.